(Jakarta, 21/1/2019) Dibuka oleh Kasubdit TB – Bapak Imran Pambudi, perwakilan KOMLI – Bapak Sudijanto, dan Direktur Teknis KNCV – Bapak Bey Sonata. Pada pembukaan dipaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar mendapatkan masukan, dan berbagi pengalaman (baik kendala dan best practices). Karena Lesson learned yang didapatkan dari kegiatan ini akan digunakan untuk memulai Catalytic funding. Berdasarkan hasil inventory study, bahwa banyak sekali pasien TB yang sudah berobat di layanan kesehatan namun belum masuk ke dalam sistem pencatatan (sekitar 30%), sehingga diperlukan adanya pendekatan kembali pada pihak swasta. Mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan, sudah selesai di bahas sehingga selanjutnya akan menjadi acuan. Salah satu standar SPM Kesehatan tersebut adalah IDI. Maka ini menjadi fokus untuk memperbaiki IDI terutama pada layanan di Kota/Kabupaten yang menjadi ujung tombak layanan kesehatan. Kemdagri secara khusus meminta bukti pelaporan kesehatan dari tiap Kota Kab. Dengan harapannya bahwa pengalaman CTB dapat menjadi pembelajaran bagi Kota/Kabupaten lainnya untuk dapat di adopsi, beserta pembiayaannya yang diharapkan dapat didukung masing-masing Pemerintah Kota/Kabupaten. Pada dasarnya Kota/Kab masing-masing sudah memiliki sumber dana melalui APBD. Sehingga diharapkan ada kendali terhadap penggunaan dana tersebut, minimal harus bisa mendukung SPM Kesehatan (seluruh 12 indikator). Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah untuk menemukan ide baru.

“Alfiyah ini pintar loh bu, di sekolah hanya ia yang sudah dapat menulis dengan baik” kata Ibu Alfiyah. Alfiyah (16 tahun) gadis cilik yang pintar dan murah senyum ini telah menjalani pengobatan jangka pendek untuk TB MDR selama 9 bulan. Kendati Alfiyah tidak dapat berbicara, ia dapat mengungkapkan efek samping yang ia alami dengan bahasa tubuhnya. “Saat telinganya sakit, ia akan memegang kedua telinganya dan ia menepuk-nepuk punggungnya kalau pegel,” cerita ibu Alfiah.

Semarang, 19 Desember 2018, Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Implementasi DPPM dilanjutkan di Kota Semarang. Dihadiri oleh; Perwakilan Sub Award (SA); UDINUS, IDI, dan SEMAR, perwakilan dari; BPJS Kesehatan, KOMLI, Subdit TB, Dinas Kesehatan Semarang, Dinas Kesehatan Provinsi, Global Fund, dan FHI360.

Surakarta, pada Selasa, 18 Desember 2018. Kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pendekatan Public-Private-Mix (PPM) Berbasis Kabupaten / Kota di Surakarta dihelat. Dibuka oleh Bapak Imran Pambudi – Kepala Subdit TB, Erik Post – Direktur CTB, dan Ibu Purwanti, SKM, M.Kes - Sekertaris Kadinkes Surakarta. Menurut Kasubdit TB pada pembukaan kegiatan tersebut yaitu bahwa Indonesia saat ini mendapatkan peringkat ketiga dengan beban TBC di dunia sehingga yang terpenting adalah dengan mencatat pelaporan, dan meningkatkan pelayanan.

Halaman 1 dari 15